Merebak Covid-19 Mal di Bandarlampung Sepi Pengunjung

Dampak corona, Mal Di Bandarlampung sepi pengunjung
Dampak corona, Mal Di Bandarlampung sepi pengunjung

RAKYATBALAM.COM – Sepi pengunjung, itulah yang terlihat pada beberapa pusat perbelanjaan seperti mal dan supermarket di Kota Bandarlampung. Penomena ini, jelas terjadi lantaran dampak adanya virus Corona (Covid-19) yang sedang melanda nusantara, termasuk Kota Bandarlampung.

Menanggapi penyebaran virus Corona pengelola gedung diwajibkan untuk melakukan sefty lokasi dengan menyediakan hand sanitizer dan melakukan pengecekan suhu tubuh pengunjung di pintu masuk mal.
Nah, hal ini lah yang pengelola Mal Kartini (Moka), Bandarlampung.

Baca Juga

“Tak hanya itu, Moka juga ada protap dua hari sekali melakukan penyemprotan gedung, dari lantai dasar sampai lantai 4 gedung. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan karyawan dan pengunjung Mall Kartini, setiap pengunjung dilakukan cek suhu tubuh di pintu masuk, serta menyediakan hand sanitizer di area pintu masuk,” ujar Manajer Operasional Mall Kartini, Bandarlampung, Semmy Atmadinata, Rabu (1/4/2020).

Namun demikian kata Semmy, para pengunjung akan merasa aman saat membeli kebutuhan pokoknya. “Soal bahan pokok kita usahakan selalu tersedia, lihat saja semua ada tanda sefty nya dari pintu masuk lift, jarak meja restoran pun sudah ada tandanya, bahkan setiap 1 jam sekali, pegangan tangga eskalator pun selalu di lap degan hand sanitizer,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana dengan dampak ekonomi mal, melihat sepi pengunjung, setengah merebaknya virus corona atau Covid-19 ?. “Ya, jelas dampaknya pasti ada, pengunjung turun drastis hingga mencapai 70 persen. Akibatnya, banyak toko atau para penyewa (tenant) di mall tersebut tutup sampai waktu yang tidak ditentukan. Salah satunya bisokop XXI,” lanjutnya.

Untuk menyikapi hal tersebut, Manajer Mall Kartini menerapkan kebijakan untuk meringankan biaya sewa dari para tenant hingga mencapai 50 persen.

“Keringanan biaya sewa ini sudah diberlakukan sejak April ini. Kami beri keringanan penyewa, karena kami tau keadaan ekonomi ini pasti sulit sekali. Jam operasional mall Kartini pun dilakukan perubahan yakni pada pukul 11.00 sampai 21.00. Wib,” jelasnya.

Dampak kerugian juga dialami oleh Mall Boemi Kedaton (MBK) di jalan Teungku Umar , Kedaton. Menurutnya pengunjung mall turun hingga 60 persen pada bulan lalu.

Tak hanya itu, sebanyak 40 persen toko atau Tenant di MBK tutup. “Hanya yang bertahan Tenant yang menjual makanan dan Chandra departemen store.karena pengunjung masih ingin membeli stok kebutuhan pokok,”kata
Manajer Operasional MBK Lampung, Andreas,

Perubahan jam operasional juga dilakukan oleh MBK yakni mulai buka pada pukul 11.00 dan tutup pukul 21.00 WIB.

Tak hanya itu, sambung Andreas , pihaknya juga memberikan keringanan pembayaran harga sewa sebanyak 40 persen. “Kami beri diskon khusus pagi penyewa,” tandasnya.

(ron)

LAINNYA

  • DKP Coba Kerang Hijau Masuk Restoran dan Hotel

    Menurut Kepala DKP setempat, Erwin Kusuma, jika sebelumnya juga DKP telah mendistribusikan mesin motor perahu nelayan berbasis gas, pengganti bahan bakar minyak. “Kemungkinan tahun ini

  • Gubernur Lampung Ridho Teken MoU Layanan Samsat Online Nasional

    RAKYATBALAM.COM – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Layanan Samsat Online Nasional, di Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Bali, Kamis, 15

  • 18 Maret Koperasi TKBM RAT dan Pemilihan Ketua

    RAKYATBALAM.COM – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang, Bandarlampung, diagendakan akan menggelar rapat anggota tahunan (RAT) pada Rabu (18/03/2020). Nah, yang menarik dalam RAT

  • DPRD Bandarlapung Kecewa Lihat Pembangunan Pasar Smep

    RAKYATBALAM.COM – Gabungan fraksi DPRD Kota Bandarlampung, mulai menunjukkan kinerjanya. Senin (26/8/2019) di komandoi oleh fraksi PDI-Perjuangan, 7 fraksi melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke pembangunan

  • DPRD Dorong DKP Sediakan Pangkalan BBG Untuk Nelayan

    RAKYATBALAM.COM – Komisi II DPRD Kota Bandarlampung mendorong Dinas Kerlautan dan Perikanan (DKP) setempat, menyediakan pangkalan Bahan Bakar Gas (BBG), untuk nelayan perairan pesisir teluk. Menurut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *