Mualaf, Gara-Gara Dengar Adzan Terasa Tenang dan Damai

Mualaf, Gara-Gara Dengar Adzan Terasa Tenang dan Damai
Mualaf, Gara-Gara Dengar Adzan Terasa Tenang dan Damai

RAKYATBALAM.COM – Mengaku merasa damai dan tenang dikala mendengar azan dikumdangkan, berawal dari situlah, sosok Ahmad Zulfikar mendapatkan hidayah, sehingga ia membulatkan hatinya menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.

Ya, Ahmad Zulfikar, demikian nama muslim yang disandang oleh Dinas Setiaga, setelah ia dimuslimkan oleh ustad Hi. Ismail Zulkarnain, di Pondok Pesantren (Ponpes) Rhyadhus Sholihin, Jum’at (31/01/).

Baca Juga

Secara lantang, Ahmad Zulfikar melafazkan dua kalimah Syahad dan tanpa ragu-ragu pun ia resmi menjadi umat muslim. “Saya kalau mendengarkan azan itu kayaknya perasaan damai, tenang, saya suka mendegarkan azan dzuhur, ashar, subuh, magrib dan isha. Dari situ hati saya tergerak dan saya ingin memeluk agama Islam,” akunya.

Awalnya, kata Zulfikar, ada teman lama yang sering saya ajak untuk bercerita tentang islam, dari isitu mungkin saya dapat hidayah dan saya minta diantarkan ke ustad untuk memeluk Islam,” jelasnya.

Sementara, Ketua Yayasan Yatim Piatu dan ponpes Rhyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain, jika Ahmad Zulfikar adalah sudah orang yang ke 11 masuk Islam. “Inilah takdir dari yang maha kuasa, dimana Ahmad Zulfikar ini adalah orang yang ke 11 yang mendapat hidayah dari Allah SWT. Kita semua berharap sebagai umat muslim bagaimana kita mati dalam keadaan Islam, khusnul khitumah,” paparnya.

Pria yang akrap disapa Abah oleh para santri ini meneruskn, semua orang mendapatkan hidayah, bahakan para nabi-nabi pun seperti Nabi Ibrahim mendapatkan hidayah. “Oleh karena itu, seseorang mualaf atau orang yang sudah masuk Islam, bagaimana kedepannya juga kita masih berikan bimbingan termasuk belajar mengaji dan mempelajari tentang agama Islam serta tatanan solat lima waktu dan sebagainya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Yatim Piatu Rhyadhus Sholihin, Ismail Zulkarnain, juga mengajak berkeliling ke bangunan gedung baru 4 lantai yang masuk tahap fhinising. “Ini akan dipakai untuk asrama putra, semua lantai kita buat dari granit, saya gak mau anak yatim dipandang sebelah mata, anak yatim jangan sampai diremehkan, bagaimana anak-anak disini sama dan mereka bisa mengejar apa yang menjadi impian mereka,” tuturnya.

Diketahui, pembangunan asrama untuk para santri anak yatim tersebut, sudah mencapai 99 persen hampir selesai dan sudah menelan anggaran sekitar Rp7 miliar lebih. “Lihat saja kamar-kamarnya, semua menggunakan lantai granit, bakan kamar mandinya pun Granit dan WC yang mahal. Jangan menghina anak yatim, jangan dijadikan komoditas anak yatim untuk kepentingan pribadi,” tandasnya.

(ron)

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *