Hikmah Berqurban Siar Umat Muslim Bersodakoh

RAKYATBALAM.COM – Makna hari raya Idul Fitri atau hari raya Qurban, merupakan melatih diri untuk ikhlas dan merelakan apa yang kita miliki adalah semata-mata milik Allah.

Dan juga maknanya adalah bentuk kepatuhan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta, sebagaimana jita melaksanakan perintah Allah SWT.

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Yayasan Bani El-Syihab, Taufikurrahman, di sela-sela pemotongan hewan qurban, di kediamannya, Sabtu (01/08/2020). “Alhamdulillah Yayasan Bani El-Syihab setiap tahun melaksanakan pemotongan hewan Qurban dan memang kami sekeluarga dilatih orang tua, bahkan diwajibkan untuk selalu berbuat kebajikan dan bersedekah,” kata Taufikurrahman.

Baca Juga

Nah, lantaran selalu dipaksa oleh orang tua untuk berqurban setiap tahunnya, sehingga jadi kebiasaan berqurban. “Dimasa pendemi covid-19 ini, sebetulnya merasa berat untuk meninggalkan kebaikan, namun karena kebiasan sehingga jadi berat untuk ditinggalkan, taun ini, keluarga Syihabudin memotong 5 ekor sapi dan dagingnya didistribusikan ke fakir miskin, termasuk handai tolan dan kerabat,” ungkapnya.

Anggota DPRD Kota Bandarlampung Taufikurrahman menjelaskan, ibadah penyembelihan hewan qurban ini merupakan syariat keimanan Nabi Ibrahim yang juga syariat agama Islam.

Disinggung, apakah tidak takut berkurang harta, lantaran selalu bersedekah dan berqurban banyak. “Tdak bakal habis harta jika kita bersodakoh, justru sodakoh terasa lebih nikmat, banyak orang jatoh miskin karena berjudi, jarang orang ahli sodakoh miskin gara-gara sedekah, nggak ada,” jelasnya.

Lalu apa hikmahnya berqurban? “Hikmahnya selain ini mewujudkan perintah Allah, berqurban ini jadi siar umat muslim untuk bersodakoh kaitannya juga rasa kepedulian sosial kepada sesama manusia. Kita berkurban itu merupakan kewajiban bagi kita yang mampu karena hal ini anjuran agama Islam. Hukum berkurban adalah Sunnah Muakkadah. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Al Kautsar “Fasholli li robbika wan har,” paparnya.

Tentu manfaatnya, kita melaksanakan perintah Allah SWT dan ditinjau dari sisi sosial bahwa kita menunjukkan jiwa peduli terhadap sesama manusia, karena dagingnya kita bagikan pada fakir miskin, dan handai tolan serta para sahabat kita, bahkan orang mampu sekalipun boleh diberi daging qurban,” jelas Taufikurrahman.

Lalu, jika ditinjau dari sisi psikologis, bahwa penyembelihan qurban itu sebagai simbul penyembelihan sifat-sifat kebinatangan yang selalu melekat pada diri manusia agar pada akhirnya kita menjadi manusia yang insaf.

“Kalau hewan saja masih mau menuruti kemauan manusia yang telah menguasainya, apatah lagi kita sebagai hamba Allah dimana Allah sangat berkuasa dan menguasai seluruh makhluk Nya termasuk manusia,” tandasnya.

“Sungguh tiadalah sampai daging dan darah dari hewan qurban melain yg sampai kepada Allah swt adalah bentuk kepatuhan dan ketaqwaan seorang hamba kepada Sang Pencipta,”.

Semoga kita terus semangat dalam kebaikan dan istiqomah dalam ibadah berqurban sehingga Allah swt akan menggantikannya dengan Syurga Nya. (ron)

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *