Teka-Teki Pilwakot 23:27 Disebut Angka Keramat Ada Yang Terbuang

BANDARLAMPUNG-Sangat dinamis, begitulah para elit politik menyebutnya untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Bandarlampung. Pasalnya, dari 10 partai politik (Parpol) yang memiliki kursi legislatif baru 4 parpol yang mengeluarkan rekomendasi.

Diantaranya, PAN, Partai Demokrat, PKB dan Perindo, dimana sudah menyatakan dukungan ke pasangan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo dan sisanya, PDI-Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PKS, Partai Golkar dan PPP belum memberikan rekom ke calon, kemanakah mereka melabuhkan calonnya. Nah, stigma ini lah yang membuat dinamis dan banyak muncul-muncul prediksi.

Baca Juga

Bahkan, menurut Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung, Yuhadi, saat ini masih sulit untuk ditebak sedetik saja bisa ada perubahan. Meski ada isu dalam pilkada Kota Bandarlampung ada istilah angka 23:27 jika melihat hal ini hanya ada dua pasangan calon yang diusung partai politik. “Ya kalau ditanya soal kode 23:27 nggak tau saya, mungkin angka keramat, mungkin juga ya itu adalah angka kursi legislatif dalam pilkada nanti, tapi mungkin juga bukan. Pilkada Bandarlampung ini seru, kita lihat saja nanti kalau dulunya kerab bersitegang, bisa saja nanti bersanding, semua masih misterius,” ujar Yuhadi, di kantor DPRD Kota Bandarlampung, Senin (10/08/2020).

Ketua Komisi III DPRD Kota Bandarlampung, ini pun tidak menapik jika bakal calon (Balon) yang akan diusung oleh Partai Golkar Rycko Menoza menginginkan berpasangan dengan kader PKS Ade Ibnu Utami. “Ya mas Rycko kenal sama Ade Ibnu Utami, dengan Firmansyah pun pasti akrab, potensinya bang Firman baik,” kata dia.

Nah, jika benar dengan angka 27: 23 maka pilkada parpol head to head, Golkar masuk dimana? “Ya kan hitungannya Golkar 6, PDI-Perjuagan 9 Partai Gerindra 7 dan PPP 1 kan pas 23, tapi semua kan masih prediksi, bisa saja berubah,” ungkapnya.

“Prediksi ada yang tidak dapat pasangan, terbuang, tinggal berbagi, mendekati kebenaran, semua bisa terjadi, saya yakin yang buat status 23:27 itu nggak sembarangan kalkulasinya, 27: 23 Diantara mereka ada yang terbunuh,” imbuh Yuhadi.

Dalam berpolitik, sambung Politisi Partai Golkar ini, jangan hanya pandai menembak, akan tetapi harus juga pandai mengelak, rumus politik itu Halal, yang haram itu adalah kalah. “Yang jelas Pilkada di Kota Bandarlampung ada kejutan lihat saja nanti, kalau dulu bersitegang, nanti mereka foto bareng, yang jelas ada kualisi permanen,” tandasnya. (ron)

LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *